Nama: Dwi Handayani
Kelas: XII OTKP 2
GAGALNYA BELAJAR TATAP MUKA DIKARENAKAN PASIEN COVID-19 YANG KIAN MELONJAK
Berdasarkan siaran pers Dinas komunikasi, informatika, dan statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1845/SP-HMS/01/2021 tanggal 2 Januari 2021 tentang Pemprov DKI Jakarta tetap memberlakukan belajar dari rumah untuk seluruh sekolah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Ini adalah kesekian kalinya pemerintah membatalkan belajar tatap muka setelah sebelumnya Pemrov mengumumkan bahwa siswa diperbolehkan sekolah tatap muka.
Sumber: m.mediaindonesia.com
Sejak awal pandemi covid-19, pemerintah hanya mengumumkan pembelajaran dari rumah hanya berlangsung dalam kurun waktu 2 minggu saja dan dikarenakan pasien kian melonjak, kemudian dilanjutkan hingga setelah lebaran. Namun seusai hari raya idul fitri, pasien covid-19 belum memberikan tanta-tanda kian membaik, kemudian belajar dari rumah dilanjutkan hingga satu semester kedepan yaitu hingga bulan desember dan akan siswa dijanjikan akan masuk sekolah pada 4 januari 2021. Namun karena jumlah pasien covid-19 sangat melonjak hingga mencapai 300.000 lebih pasien, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menunda kegiatan belajar tatap muka hingga satu semester kedepan.
Hal ini dikarenakan Ibu Kota DKI Jakarta masih memiliki penyebaran corona yang tinggi. Imbasnya, Pemprov DKI tetap memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah di Jakarta pada semester baru ini. Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Nahdiana menegaskan kesehatan dan keamanan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan menjadi prioritas utama di masa pandemi Covid-19 ini.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung di semester genap TA 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR),” kata Nahdiana dalam keterangannya, yang dilansir KumparanNEWS Sabtu (9/1).
Kendati demikian, Nahdiana menuturkan pihaknya akan terus melakukan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam mempersiapkan rencana pembelajaran tersebut.

Komentar
Posting Komentar