Nama : Nadia Syahira

Kelas : XII OTKP 2

 


Inovasi saat pandemi


    Pandemi adalah suatu wabah penyakit global. Menurut World Health Organization (WHO), pandemi dinyatakan ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas. Ada banyak contoh dalam sejarah, yang terbaru ada pandemi COVID-19. Pandemi yang mirip flu ini dinyatakan oleh WHO pada 12 Maret 2020.

   Terbaru, COVID-19 dimulai sebagai epidemi di China sebelum menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan bulan dan menjadi pandemi. Meski demikian, epidemi tidak selalu menjadi pandemi dan tidak selalu memiliki transisi yang cepat atau jelas.

     Status virus corona yang telah berubah menjadi pandemi, bukan berarti virus ini semakin liar dan kuat, melainkan penyebaran virus corona yang semakin meluas dan menyebar di berbagai wilayah dunia. Sehingga kita diharuskan untuk beraktivitas dirumah untuk melaksanakan protokol yang ada. Tapi kita dirumah bukan hanya berdiam diri, inovasi merupakan salah satu bentuk aktivitas saat pandemi. Seperti contoh membuat kerajinan tangan, belajar membuat kue dari You Tube, membuat chanel You Tube dan berjualan online atau bisnis online. 

   Bisnis online merupakan segala jenis kegiatan bisnis yang dilakukan secara online (melalui internet). Media bisnis online berupa instagram, youtube, whatss app dll.


aswata.co.id

 

  Banyak orang yang memanfaatkan pandemi untuk bisnis online, salah satunya teman saya. Dia berjualan baju, sepatu, masker, alat make up dll. Karena menurut teman saya, berjualan online saat pandemi mendapat keuntungan yang lumayan. Keuntungannya yaitu bisa buat beli kebutuhan sekolah, uang jajan, ilmu untuk bisa memasarkan barang dan belajar untuk berdagang. Saran saya Jangan berdiam diri saat pendemi karena banyak hal yang kita petik dari keadaan ini. 

Dikutip dari Antara, Jumat 25 September, Melina Marpaung, Head of Commercial Zilingo memberikan saran untuk menjadi pertimbangan para merek dan bisnis untuk menghadapi kuartal terakhir tahun yang penuh tantangan ini sebagai berikut:

1. Tinjau manajemen inventaris

Meninjau inventaris Anda merupakan parameter penting untuk mengevaluasi kesehatan bisnis Anda.

"Jika Anda memiliki terlalu banyak stok persediaan di gudang Anda, ini mungkin saat yang tepat untuk mengevaluasi kembali stok. Mengurangi inventaris dapat membantu Anda menurunkan biaya inventaris tanpa mengorbankan kualitas barang yang terjual atau merepotkan pelanggan Anda," ujar Melina.

Melina menambahkan, situasi ini mungkin timbul dengan beberapa kelebihan pesanan untuk produk jenis tertentu. Salah satu solusi yang layak adalah melakukan proses pengadaan produk dari pemasok lain dengan harga lebih baik.

Cobalah mencari alternatif dropshipper sehingga dapat menghilangkan biaya pengiriman dan gudang. Menemukan pemasok lain yang memberikan harga kompetitif dapat membantu proses pengadaan dan memangkas biaya operasional.

2. Fokus pada kompetensi inti bisnis

Pemilik usaha kecil seringkali tidak dapat membedakan konsep diversifikasi, dan mengartikannya untuk menyediakan koleksi produk yang berbeda.

"Menambahkan produk atau layanan lain ke penawaran Anda bukanlah diversifikasi. Hal ini justru hanya membuang-buang waktu dan uang jika dilakukan tanpa mengevaluasi permintaan pasar yang tepat atau perilaku konsumen lokal," kata dia.

"Menginvestasikan waktu, uang, dan upaya yang tidak terpusat pada penawaran inti usaha pada akhirnya dapat merusak merek dan reputasi,” jelas Melina.

Maka, sekarang adalah saat yang tepat bagi untuk meninjau kembali beberapa keputusan tersebut.

3. Sesuaikan model bisnis

Sebagai pengusaha atau pemilik bisnis, Anda harus mengakomodasi dan mengikuti tren yang berubah, khususnya pada situasi pandemi yang terjadi tahun ini. Jika Anda bisnis bertahan dari krisis, Anda harus beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang tepat.


Komentar