Nama : Syawal Fitri Desdini
Kelas : XII OTKP 2
Kegiatan Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, sosial, termasuk pendidikan. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pun menyatakan bahwa wabah virus corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Di seluruh dunia, hampir 300 juta peserta didik terganggu kegiatan sekolahnya dan terancam berdampak pada hak-hak pendidikan mereka di masa depan.
Di Indonesia sendiri, dunia pendidikan ikut merasakan dampaknya. Jika kondisi seperti ini terus berlarut, bisa dipastikan dampaknya terhadap sektor pendidikan juga akan semakin meningkat. Dampak yang paling dirasakan adalah peserta didik dan instansi penyelenggara pelayanan pendidikan, seperti sekolah di semua tingkatan, lembaga pendidikan nonformal hingga perguruan tinggi.
Berdasarkan siaran pers Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tanggal 2 Januari 2021. Pemprov DKI Jakarta Tetap Berlakukan Belajar Dari Rumah Untuk Seluruh Sekolah Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan . Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR).
Pemberitahuan tersebut yang merupakan langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. Berbagai inovasi pendidikan pun terus dilakukan oleh tenaga pendidik di tengah pandemi ini, dengan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif meskipun dilakukan di rumah. Jangan menganggap hal tersebut sebagai liburan dan berpergian ke tempat ramai yang menyebabkan kebijakan ini menjadi tidak tepat sasaran.Guru dapat melakukan pembelajaran menggunakan metode E-Learning, yaitu pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi (TI) dan komunikasi. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan melalui perangkat komputer (PC) atau laptop yang terhubung koneksi internet. Guru pun bisa melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama dengan menggunakan grup di media sosial, seperti Whatsapp (WA), Telegram, aplikasi Zoom ataupun media sosial lainnya.
Untuk menunjang kegiatan KBM, guru dapat menggunakan aplikasi Google Classroom, Google Meet, Zoom atau minimal WhatsApp agar bisa beratatap muka dengan peserta didik untuk pengawasan secara online.
Kepala sekolah pun ditugaskan mengawasi kerja guru dalam menyampaikan materi KBM daring dari rumah masing-masing. Ketika guru dan murid sedang melakukan zoom, Kepala Sekolah juga ikut hadir untuk memantau berjalannya kegiatan belajar mengajar lewat daring.
Rutinitas kegiatan sekolah sehari-hari yaitu peserta didik menyetor bacaan Al-Quran atau zikir pada pagi hari. Lalu dilanjut dengan absen, ketika absen sedang berlangsung guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan foto saat sedang belajar untuk laporan. Lalu, guru memberikan tugas untuk peserta didik. Tenggat waktu untuk mengumpulkan tugas pun beragam, ada tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga ataupun lusa. Selain tugas, guru pun kadang mengajak muridnya untuk mengikuti pembelajaran melalui Google Meet ataupun Zoom.
Sejauh ini, penerapan pembelajaran daring masih terkendala banyak hal, baik dari kompetensi guru, orang tua maupun infrastruktur pendukung. Masih banyak orang tua yang tidak mempunyai gawai yang memadai. Akibatnya, anak kesulitan mengerjakan tugas dari gurunya. Namun demikian, masih banyak cara yang dapat dilakukan agar peserta didik tetap mendapatkan haknya. Sehingga, pembelajaran harus lebih fleksibel disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan letak geografis tempat tinggal peserta didik.
Komentar
Posting Komentar